BERITA & TULISAN
Kategori :


Fakta Menarik Kaulinan Tradisional

06/09/2017     Berita         Administrator


Annisa Anita D. | 05/09/2017

Hidup diabad teknologi memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi hanya melalui sebuah perangkat kecil saja, maka dalam waktu yang realatif singkat hal tersebut bisa terjadi. Tak hanya itu juga satu persatu objek nyata mulai mampu dikemas dalam bentuk virtual dengan teknologi tersebut, supermarket yang kita kenal sebagai bangunan yang begitu besar dapat disulap menjadi sebuah toko serba ada yang tersaji hanya dalam satu genggaman saja, dan bukan hanya itu saja, ketersedian pekarangan serta perabotan yang digunakan untuk bermain kini tidak lagi jadi hambatan, semua sudah tersaji hanya dalam satu genggaman saja. Semua seolah membuat segala sesuatu menjadi mudah tanpa perlu sedikitpun mengucurkan keringat. Hari ini jarang sekali terdengar suara lantang inu-ibu yang menyambut anaknya yang pulang bermain dengan pakaian yang penuh lumpur dan basah

 

Hal tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada masyarakat metropolitan saja, hingga kepelosok sekalipun hari ini dapat kita jumpai dengan mudah anak-anak yang seharian penuh hanya menundukan kepala pada sebuah gadget. Sebuah perkumpulan tanpa interaksi, hanya terfokus pada ego masing-masing, mencari kesenangan pribadi tanpa peduli siapapun dikanan maupun kiri.

Berbicara kaulinan tradisional, rasanya hari ini anda tidak perlu repot lagi untuk menggunakan golok dan gergaji untuk membuat satu alat kaulinan, hari ini anda hanya tinggal buka Playstore – pilih permaianan yang anda suka dan kaulinan tradisonal yang anda inginkan muncul begitu banyak. Sebuah pertanyaan muncul, apakah benar kaulinan tradisional yang menjadi warisan turun termurun dapat digantikan dalam bentuk virtual?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, akan saya sajikan 7 fakta tentang kaulinan tradisional yang saya temukan selama kegiatan KKN 2017 melalui sebuah program CLBK. Berikut fakta tentang kulinan tradisional :

1. Menghibur dan menyenangkan

Berbicara mengenai permainan, tentu saja tidak akan terlepas dalam kemasan hiburan, melalui kaulianan tradisional anda dapat merasakan hiburan secara langsung, hampir semua kaulinan tradisional yang ada mengandung unsur hiburan, sehingga dengan hal sederhana ini anda dapat merasakan rekreasi murah nan bermanfaat.

 

2. Menyehatkan

Sebagaian kaulinan tradisional menuntut kerja fisik, misalkan saja pecle, engrang, galah asin, petak umpet, permainan-permainan tersebut memerlukan aktifitas fisik, maka secara otomatis ketika kita bermain permainan tersebut kita sedang mengolahragakan fisik kita, hal ini tentu saja dapat membuiat kita lebih bukan serta sehat.

 

3. Mendidik

Pada setiap kaulinan tradisional biasanya selalu diselipkan pesan-pesan moral, inilah dia kecerdasan yang luar biasa dari nenek moyang kita dahulu, misalkan saja melalui kaulinan galah asin, anak dilatih untuk belajar mengatur strategi, membangun kerjasama tim serta melatih kelincahan dalam bergerak. Pesan-pesan seperti ini tentunya jarang dijumpai pada permainan-permainan virtual di gadget yang cernderung hanya mengedepankan unsur hiburan saja. Dengan hal lain pada bagian ini tentu kaulinan tradisional yang dimain secara langsung jauh lebih unggul dan bermanfaat baik secara fisik maupun psikis.

Aktifitas belajar pun ternyata tidak sampai hanya ketika permianan berlangsung saja, karena kaulinan barudak tidak tersaji otomatis seperti permainan virtual, maka perlu usaha terlebih dahulu membuat alat yang akan digunakan, hal ini tentu saja mau tidak mau memaksa pemain dituntut untuk mau belajar agar bisa membuat alat kaulinan yang dia inginkan.

 

4. Membangun jiwa sosial

Melalui kaulinan tradisional, apalagi yang dimainkan secara kelompok menuntut pemain untuk dapat bersosialisasi dengan teman satu kelompoknya, hal ini tentu saja merupakan hal positif dari kaulinan tradisional, biasanya kaulinan tradisional dimainkan oleh anmak-anak, namun pada kenyataannya orang dewasapun masih sangat tertarik pada kaulinan tradisonal, sambil menghibur orang dewasa biasanya sembali kilas balik pada masa kanak mereka sekaligus biasanya mereka sambil mengajarkanya kepada anak-anak mereka. Kondisi ini tentu saja sangat bagus, aktifitas sosial menjadi semakin luas tidak lagi dibatasi oleh batas usia.

 

5. Hemat

Tidak seperti permaian virtual yang membutuhkan biaya yang relatif besar karena memerlukan gadget untuk memainkanya, kaulinan tradisional justru sebaliknya, srelatif murah dan bahkan terkadang bisa dimainkan tanp keluar uang sepeserpun dari kantong anda, dengan memanfaatkan barang-barang disekitar atau barang-barang yang sudah tidak terpakai, kita sudah bisa membuat sebuah permainan untuk dimainkan, hal ini tentu merupakan hal positif juga ramah lingkungan.

 

6. Melatih Kreatifitas

Seperti pada poin ke tiga, kaulinan tradisional memang tidak tersedia secara otomatis dan bahkan kalaupun ada yang dijual, itu bukan barang jadi, melainkan bahan mentah yang mesti dikreasikan, dalam kondisi seperti ini maka pemain sudah pasti dituntuk agar mampu berkreasi agar mampu menciptakan alat bermain yang dikehendaki.

 

Nah, itu dia  fakta menarik yang  ditemukan langsung dilapangan ketika KKN, 6 fakta yang ada pada kaulinan tradisional dan akan jarang anda temui pada permainan-permainan virtual. Jadi mulai sekarang mulai mempertimbangkan kembali untuk menggunakan gadget secara berlabih, karena ternyata bermain secara langsung jauhh lebih menguntungkan baik itu untuk kecerdasan, kesehatan serta kecakapan lainnya. Gunakanlah gadget secara bijak, mulailah berkreasi lewat karya didunia nyata. Dengan inovsi hal yang usangpun bisa memiliki daya yang tarik yang besar.

(Angga Maulana)







E-learning dalam PAUD
Bandung, Jumat, 21 September 2018 Kepala dan Guru TK Labschool UPI Kampus ...
  26/09/2018 | Selengkapnya »
Pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan Gunungtanjung “Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD melalui Kegiatan Joyfull Learning”
Gunungtanjung, Senin 13 Agustus 2018 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »
Kubangsari Parenting
Rabu 8 Agustus 2018 kemarin, Mahasiswa Peserta KKN UPI Kampus Tasikmalaya menyelenggarakan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »

Berita Kampus Tasikmalaya

World Cleanup Day 2018 Tasikmalaya
Kelembagaan | 17/09/2018
Satu Hari Bersama Prodi PGPAUD
Kelembagaan | 04/09/2018
Satu Hari Bersama Prodi PGSD
Kelembagaan | 04/09/2018
Berita Lainnya »

Info & Berita Lainnya

Baca juga Informasi Lainnya di Website UPI Kampus Tasikmalaya

Galery Photo

UPI KAMPUS TASIKMALAYA


Dies Natalis Hima PGPAUD 2017 - Kemahasiswaan

Dies Natalis Hima PGPAUD 2017

KMD UPI Tasik - Kemahasiswaan

KMD UPI Tasik