BERITA & TULISAN
Kategori :


Kegiatan SPAI di UPI Kampus Tasikmalaya

12/04/2018     Kelembagaan         Administrator


Untuk mewujudkan mahasiswa calon guru yang siap terjun di masyarakat, SPAI (Seminar Pendidikan Agama Islam) kembali digelar. SPAI dilaksanakan bertujuan untuk membekali ilmu agama kepada mahasiswa supaya benar-benar siap untuk berkecimpung bersama masyarakat serta mewujudkan motto UPI yaitu Ilmiah, Edukatif, dan Religius.

Senin, 09 April 2018 Seminar Pendidikan Agama Islam kembali digelar di Aula UPI Kampus Tasikmalaya yang diikuti oleh seluruh mahasiswa tingkat 3, baik itu PGSD dan PGPAUD dan dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah SPAI yaitu DR. Syarif Hidayat, MA. M.Pd. dan H. Anggi Maulana Rizqi. Dipl. Lc. MA.. Setelah pertemuan pertama yang membahas tentang tata cara berpakaian menurut islam. Di pertemuan kedua membahas tentang tata cara mengurusi jenazah dan hukum tahlilan.

Pemarterian tentang “Tata Cara Mengurusi Jenazah dan Hukum Tahlilan” disampaikan dan dipraktikkan langsung oleh perwakilan kelas 3E PGSD dengan pembanding materi adalah perwakilan kelas 3A PGSD dan yang menyiapkan properti hingga ruangan adalah kelas 3D PGSD.

Pelaksanaan pematerian berlangsung dengan hidmat dan lancar. Materi disampaikan diiringi dengan praktik. Adapun spesifikasi materi yang disampaikan diantaranya adalah :

Pengertian jenazah

Kata jenazah diambil dari bahasa Arab  yang berarti tubuh mayat dan kata ad-jin   yang berarti menutupi. Jadi, secara umum kata jenazah memiliki arti tubuh mayat yang tertutup.

Cara memandikan jenazah

Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah menurut golongan jumhur ulama, fardhu kifayah berarti kewajiban yang bagi setiap mukallaf.

Cara mengkafani jenazah

Mengkafani jenazah adalah menutupi atau membungkus jenazah dengan sesuatu yang dapat menutupi tubuhnya walau hanya sehelai kain. Hukum mengkafani jenazah muslim dan bukan mati syahid adalah fardhu kifayah. Dalam sebuah hadist di riwayatkan, “ Kami hijrah bersama Rasulullah SAW dengan mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka tentulah akan kami terima pahalanya dari Allah SWT, karena di antara kami ada yang meninggal sebelum memperoleh hasil duniawisedikit pun juga. Misalnya, Mash’ab bin Umair dia tewas terbunuh di perang Uhud dan tidak ada buat kain kafannya kecuali selembar kain burdah. Jika kepalanya di tutup, akan terbukalah kakinya dan jika kakinya tertutup, maka tersembul kepalanya dan menaruh rumput izhir pada kedua kakinya. ” (H.R Bukhari)

Cara menshalatkan jenazah

Menshalatkan jenazah orang islam hukumnya adalah fardhu kifayah. Rasulullah SAW, bersabda : “ Shalatlah olehmu orang-orang yang meninggal ”. (H.R Ibnu Majah) serta “ Barang siapa menshalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud “ (H.R Tsaubah)

Tata cara menguburkan

Sebelum proses penguburan sebaiknya lubang kubur di persiapkan terlebih dahulu, dengan kedalaman minimial 2 meter agar bau tubuh yang membusuk tidak tercium ke atas untuk menjaga kehormatannya sebagai manusia serta jenazah terjaga dari jangkauan binatang buas. Lubang kubur yang di lengkapi liang lahad lebih baik daripada syaq, Rasulullah SAW bersabda : “ Liang lahad itu adalah bagi kita (kaum muslimin),sedangkan syaq bagi selain kita (non muslim). “ (H.R Abu Dawud dan di nyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani  dalam “Ahkamul Janaaiz” hal1845).

Ketika melaksanakan praktik memandikan, mengkafani, dan menyolatkan, pemateri mempraktikkan dengan model salah satu mahasiswa yang bersedia menjadi mayit. Hal itu bertujuan supaya mahasiswa dapat mengetahui secara langsung posisi-posisi mayit ketika dimandikan, bagaimana mengkafani dengan benar. Jika, boneka yang dijadikan alat peraga, ada beberapa hal yang berbeda ketika model peraganya adalah manusia, akan terlihat detailnya seperti apa.

Pertama pemateri menjelaskan mengenai pengertian jenazah. Kemudian lanjut kepada tata cara memandikan jenazah diiringi dengan praktik, namun model mayit tidak disiram dengan air sungguhan, hanya memperagakan gerakan mengguyur dan mengusap mayit saja. Setelah itu dilanjutkan dengan tata cara mengkafani jenazah. Untuk mengkafani jenazah, model mayit benar-benar dibungkus dengan kain kafan. Karena untuk menunjukkan kepada audience bagaimana cara mengkafani jenazah dengan benar. Setelah itu dilanjutkan pada tata cara menyolatkan jenazah. Namun, untuk proses tata cara penguburan jenazah hanya dijelaskan saja, tidak dipraktikkan.

Setelah pematerian selesai, pembanding memberikan tambahan terkait materi. Kemudian, setelah pembanding selesai berbicara, moderator mempersilahkan kepada audience untuk mengajukan pertanyaan. Di akhir kegiatan ditutup oleh penjelasan dari pembimbing SPAI yang pada kesempatan saat itu diwakili oleh pak H. Anggi Maulana Rizqi. Dipl. Lc. MA..

Akhir kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Alhamdulillah sekian gambaran kegiatan SPAI pada pertemuan kedua. Semoga bermanfaat.

(DKM-Attarbiyah)







Pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan Gunungtanjung “Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD melalui Kegiatan Joyfull Learning”
Gunungtanjung, Senin 13 Agustus 2018 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »
Kubangsari Parenting
Rabu 8 Agustus 2018 kemarin, Mahasiswa Peserta KKN UPI Kampus Tasikmalaya menyelenggarakan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »
Prestasi Angklung TMC di kancah Nasional
Kabar gembira datang dari salah UKM di UPI Kampus Tasikmalaya, tepat 1 ...
  03/05/2018 | Selengkapnya »

Berita Kampus Tasikmalaya

Kegiatan P2M HIMA PGPAUD Hari Kelima
Kelembagaan | 06/08/2018
Kegiatan P2M Hari Keempat
Kelembagaan | 06/08/2018
Kegiatan P2M HIMA PGPAUD hari ketiga
Kelembagaan | 06/08/2018
Kegiatan P2M HIMA PGPAUD Hari Kedua
Kelembagaan | 06/08/2018
Berita Lainnya »

Info & Berita Lainnya

Baca juga Informasi Lainnya di Website UPI Kampus Tasikmalaya

Galery Photo

UPI KAMPUS TASIKMALAYA


UPI Kampus Tasikmalaya - UPI

UPI Kampus Tasikmalaya

monitoring peserta KKN-PPL di Thailand -

monitoring peserta KKN-PPL di Thailand