BERITA & TULISAN
Kategori :


Wujud pengabdian Mapala Mapak Raya untuk korban bencana alam Dusun Cikondang

23/11/2018     Kemahasiswaan         Administrator


Rabu. 14/12/2018 Unit Kegiatan Mahasiswa MAPAK RAYA berangkat menuju tempat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di daerah Tasikmalaya Selatan, khususnya di daerah Dusun Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, di daerah tersebut terdapat Camp pengungsian yang di huni sekitar 400 jiwa. Di desa tersebut terdapat sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dimana aktifitas sekolah tersebut diliburkan karena kondisi sekolah yang tidak layak untuk digunakan proses belajar mengajar. MAPAK RAYA mendapatkan surat panggilan dari BPBD (badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan FKPAT (Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya) untuk mengirimkan tim relawan dalam membantu memberikan pendidikan dan Trauma Healing kepada anak-anak (81 orang) yang berada di pengungsian agar tetap belajar dan semangat.

UKM MAPAK RAYA memberangkatkan 8 Anggotanya yaitu Tina Yuliani (Taleus, Ketua Umum MR), Siti Habibah (Buntil), Devi Datiah (sarap), Ria komara (Sero), Siti Zenab S (Telebug), Aliyul Miftahunnajar (Kencang K), Deti Nurhayati (Umang) dan Lita Puspa Finurika (Tongeret). Kami dibersamai dengan 2 anggota Mapalas (Mahasiswa Pecinta Alam STIMIK) Ari Dikdik (Babak) dan Eri Susanto (Bangkong) serta 1 anggota FKPAT Bapak Agus Koswara.

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan pemberangkatan dari kampus UPI Tasikmalaya menuju Desa cikondang menggunakan motor pribadi, mengingat akses jalan menuju desa tersebut tidak dapat ditempuh menggunakan mobil. Setelah pamit kepada anggota kehormatan MAPAK RAYA kang Taufik Andriyanto (Kiboh) dan Wakil Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. Hj. Epon Nur’aeni L,. M.Pd semua anggota berangkat menuju posko utama terlebih dahulu untuk melapor. Sekitar pukul 14.00 semua anggota sampai di posko utama, disana semua diberi arahan terlebih sebelum tinggal disana beberapa hari kedepan. Pukul 16.30 semua anggota sampai di posko tersebut dengan selamat setelah melewati jalur yang begitu terjal, berliku dan licin. Sesampainya disana semua anggota ditempatkan disebuah tenda beratap terpal karena memang kebanyakan posko disana seperti itu, semua langsung beristirahat karena besok akan memulai kegiatan bersama anak anak desa tersebut.

Kamis, 15/11/2018 semua anggota bangun pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan shalat, sarapan serta persiapan bertemu dan belajar bersama dengan anak-anak. Pukul 07.00 WIB semua orang berkumpul di lapang yang berada dibelakang posko-posko warga karena kebetulan posko sekolah darurat berada disana. Sebelum belajar semua anggota  perkenalan terlebih dahulu dengan mereka, anggota dibagi menjadi 2 tim, sebagian melakukan permainan sebelum masuk kelas sebagian lagi  mengeluarkan alas tempat anak-anak belajar karena tanah basah, becek dan merembes ke alas bekas hujan kemarin.

Hari pertama anak-anak terlihat senang dan ceria saat belajar, meskipun dengan keadaan yang panas, tempat seadanya dan tentu saja tidak nyaman, anak-anak sangat antusias dan semangat ketika proses belajar mengajar berlangsung. Ternyata, setelah berbincang dengan salah satu guru mereka, disekolah tersebut memang kekurangan seorang pengajar. Semua anggota pun disana dipercayakan sepenuhnya untuk mengajar dari mulai kelas 1 sampai kelas 6. Kurikulum disana sudah tematik hanya saja buku paketnya masih terbatas, hanya guru yang mempunyai buku-buku tersebut. Pukul 10.30 sekolah dibubarkan, waktu belajar tidak memaksakan anak-anak untuk full belajar sampai siang mengingat kondisi kelas yang panas jika dipaksakan takutnya akan membuat dehidrasi. Siang hari nya semua anggota beristirahat, tetapi sesekali ada beberapa anak yang bermain ke posko untuk sekedar belajar membaca, menulis, menggambar ataupun ingin mendengarkan dongeng. Sore hari, setelah shalat ashar semua anggota kembali ke sekolah darurat untuk melaksanakan Sekolah Agama. Seperti sekolah MI, semua anggota dipercayakan sepenuhnya untuk mengajar dari kelas rendah sampai kelas tinggi. Pembelajaran berlangsung sampai pukul 17.00 WIB, setelahnya mereka selalu mengajak bermain bola, baren dan permainan tradisional lainnya sampai adzan maghrib. Setelah shalat mghrib, semua anggota melanjutkan pengajian bersama anak-anak sampai isya. Aktivitas tersebut berlangsung terus menerus sampai hari minggu.

Minggu 18/11/2018 Pukul 13.00 WIB semua anggota pamit untuk pulang ke Tasikmalaya dan melapor terlebih dahulu ke posko utama. Alhamdulillah kegiatan Trauma Healing untuk anak-anak Dusun Cikondang telah terlaksana dengan lancar dan para anggota dapat melalui berbagai hambatan dengan sangat baik. Selain itu Alhamdulillah juga pada hari rabu 21/11/2018 semua warga yang berada diposko sudah kembali ke pemukimannya masing-masing. Terima kasih atas dukungan baik moril maupun materil dari Anggota Kehormatan MAPAK RAYA dan semua pihak karena tanpa dukungan tersebut MAPAK RAYA tidak dapat melaksanakan tugas ini dengan baik.

Salam Rimba !

Lestari !

(Lita Puspa Finurika-Tongeret)







E-learning dalam PAUD
Bandung, Jumat, 21 September 2018 Kepala dan Guru TK Labschool UPI Kampus ...
  26/09/2018 | Selengkapnya »
Pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan Gunungtanjung “Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD melalui Kegiatan Joyfull Learning”
Gunungtanjung, Senin 13 Agustus 2018 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan Guru PAUD Se-Kecamatan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »
Kubangsari Parenting
Rabu 8 Agustus 2018 kemarin, Mahasiswa Peserta KKN UPI Kampus Tasikmalaya menyelenggarakan ...
  14/08/2018 | Selengkapnya »

Info & Berita Lainnya

Baca juga Informasi Lainnya di Website UPI Kampus Tasikmalaya

Galery Photo

UPI KAMPUS TASIKMALAYA


Mahasiswa Terbaik Sidang Yudisium Gelombang 2 -

Mahasiswa Terbaik Sidang Yudisium Gelombang 2

Sidang Yudisium Gelombang 2 -

Sidang Yudisium Gelombang 2