Tasikmalaya, 28 Juli 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Literasi Membaca”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di lima sekolah mitra di wilayah Jalatrang, yaitu SDN 3 Jalatrang, SDN 1 Jalatrang, MI PUI Babakan, SDN 2 Jalatrang, dan MI Cidoyang.
PkM ini menghadirkan delapan narasumber berpengalaman di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran, yakni Drs. Ahmad Mulyadiprana, M.Pd., Dr. Rusani Jaelani, M.Pd., Dr. Seni Apriliya, M.Pd., Dr. Erwin Rahayu Saputra, M.Pd., Dr. Ika Fitri Apriani, M.Pd., Dindin Abdul Muiz, S.Si., S.E., M.Pd., Istikhoroh Nurzaman, M.Pd., dan Pidi Mohamad Setiadi, M.Pd.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui peningkatan literasi membaca di tingkat sekolah dasar, kegiatan ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkecil kesenjangan pendidikan dan mendorong transformasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Setiap sekolah mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristiknya, antara lain:

SDN 3 Jalatrang: SD melek digital dan membangun literasi melalui kolaborasi serta model-model pembelajaran yang beragam.

MI PUI Babakan: Media dan metode pembelajaran yang menarik sesuai dengan perkembangan zaman.

MI Cidoyang: Model, metode, dan media pembelajaran yang beragam; literasi membaca; serta pengenalan Kurikulum Merdeka.

SDN 1 Jalatrang: Menanamkan disiplin buang sampah sejak dini: dari sekolah menuju lingkungan bersih.

SDN 2 Jalatrang: Pengenalan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Indonesia.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara utuh, mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, mengembangkan keterampilan abad ke-21, serta membentuk karakter positif. Dalam konteks Kurikulum, pembelajaran mendalam diimplementasikan melalui penguatan mindfull learning, pembelajaran yang bermakna, dan pembelajaran yang menyenangkan.
Strategi peningkatan literasi membaca juga menjadi fokus, mengingat masih menjadi tantangan di sekolah dasar. Beberapa di antaranya adalah penggunaan e-book interaktif, pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan pendekatan berbasis budaya lokal. Metode pembelajaran inovatif yang dipaparkan meliputi Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning, Flipped Classroom, dan gamifikasi. Integrasi metode ini dengan prinsip pembelajaran mendalam diyakini mampu mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi secara efektif.
Seluruh pendekatan dan inovasi tersebut sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya memastikan akses pendidikan inklusif, adil, dan bermutu bagi semua pihak. Dengan menghadirkan praktik-praktik pembelajaran yang relevan dan kontekstual, kegiatan ini turut mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar sebagai fondasi pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan langkah awal penerapan pembelajaran mendalam di sekolah dengan sumber daya terbatas, contoh PBL yang efektif untuk literasi, serta strategi pelatihan guru agar siap mengadopsi pembelajaran inovatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Literasi Membaca” ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara dosen, guru, dan praktisi pendidikan untuk membangun sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa, adaptif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. (RF)


