Tasikmalaya, 10 Agustus 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan kegiatan workshop bagi Pelatih Olahraga Bela Diri di Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kewajiban sivitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Program PkM ini diketuai oleh Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd. (S2 PGSD) dengan anggota tim Dr. Rusani Jaelani, M.Pd. (S1 Bisnis Digital) dan Rangga Gelar Guntara, M.Kom. (S1 Bisnis Digital), serta mahasiswa terdiri dari Atep Muhamad Nur Rizki (S1 Bisnis Digital) dan D Yusuf A Rahmat (S1 Desain Produk Industri). Judul program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut adalah “Manajemen Analilis Risiko dalam Penyusunan Program Latihan Olahraga Anak Usia Dini”.
Workshop ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya perhatian pelatih terhadap aspek risiko dalam penyusunan program latihan. Selama ini, banyak pelatih cenderung fokus pada teknik dan strategi, namun mengabaikan potensi risiko seperti cedera, kelelahan berlebih, atau kondisi lingkungan yang tidak aman. Padahal, pendekatan yang mempertimbangkan risiko secara sistematis diyakini dapat menekan angka cedera dan meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan. Langkah ini juga selaras dengan komitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesehatan dan keselamatan atlet, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memberikan pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan kepada para pelatih.
Peserta yang hadir pada kegiatan workshop tersebut kurang lebih 30 orang yang merupakan perwakilan dari cabang olahraga bela diri, seperti Forki, Gulat, Muaythai, Pencak Silat, Taekwondo, Tarung Derajat, dan Tinju, serta pengurus klub dan organisasi olahraga di Kota Tasikmalaya.

Turut hadir Rudi Rusnadi sebagai perwakilan KONI Kota Tasikmalaya. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini. “Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan olahraga di Kota Tasikmalaya khususnya olahraga bela diri, agar proses pelatihan terekam jelas dan tindakan yang tepat dengan hasil yang optimal”. Pungkasnya. Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd., selaku ketua tim PkM menyampaikan dalam sambutannya bahwa, workshop ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian Kampus terhadap masyarakat dalam hal ini Bidang Olahraga dalam rangka upaya meningkatkan kompetensi pelatih maupun mengurus dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi program latihan secara profesional. Dr. Rusani Jaelani, M.Pd. sebagai anggota tim juga menambahkan bahwa, kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan penerapan metode analisis risiko untuk memastikan keselamatan, kesehatan, serta pencapaian optimal para atlet khususnya pada anak usia dini di Kota Tasikmalaya.


Pematerian disampaikan oleh Rangga Gelar Guntara, M.Kom., Wulan Nurlaela, S.Si., M.Pd. dan Fariha Nilan, S.Si., M.Pd. dalam kesempatannya, para pemateri membahas terkait konsep dasar manajemen risiko, teknik identifikasi dan penilaian risiko, strategi pencegahan dan mitigasi, hingga praktik menyusun rencana latihan yang dilengkapi peta risiko. Workshop ini juga memperkenalkan aplikasi pengelolaan program latihan berbasis analisis risiko yang dapat digunakan oleh para pelatih.




Gambaran aplikasi SATRIA UPI untuk pelatih

Harapan besar, melalui kegiatan Manajemen Analisis Risiko Bagi Pelatih Olahraga Bela Diri ini diharapkan dapat membentuk jaringan komunikasi antar pelatih untuk berbagi informasi dan pengalaman terkait manajemen risiko di bidang olahraga. Selain itu, kegiatan ini dapat mendorong terciptanya budaya sadar risiko di lingkungan kepelatihan, membentuk standar minimal analisis risiko di klub atau organisasi, serta menekan angka cedera dan permasalahan kesehatan atlet. (HAZ)


