Surabaya, 12 Oktober 2025 – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya memberikan kontribusi signifikan dalam forum akademik bergengsi, The 2nd International Conference on Innovation in Elementary Education (ICIEEd). Konferensi yang diselenggarakan oleh Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI) ini berlangsung pada 10-12 Oktober 2025 di Hotel Ciputra World Surabaya.
Konferensi ICIEEd tahun ini mengangkat tema futuristik: “Deep Learning and AI in Elementary School Education: A New Era of Meaningful and Character-Based Learning.” Acara ini bertujuan mengeksplorasi integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan Deep Learning untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, ceria, dan berfokus pada pengembangan karakter siswa sejak dini.
ICIEEd turut menghadirkan pembicara kunci ternama dunia, termasuk Prof. Catherine McClellan dari The University of Melbourne (Australia), Asst. Prof. Tassanee Juntiya, Ph.D. dari Kasetsart University (Thailand), dan Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya.
Integrasi AI dan Kearifan Sunda dalam STEM
Ketiga dosen UPI Kampus Tasikmalaya secara aktif menyajikan temuan riset yang selaras dengan tujuan konferensi, terutama dalam bidang inovasi kurikulum dan pedagogi yang relevan di dunia nyata.
Salah satu presentasi yang menarik perhatian adalah karya tim Agnestasia Ramadhani Putri, Ghullam Hamdu, Siti Zulfa Qurrotu A’yun dan Dewanti Swara Nurhadi berjudul “Integrating AI and Sundanese Local Wisdom: A Framework for Culturally Responsive STEM Education.” Penelitian ini menyoroti kerangka kerja yang memadukan teknologi canggih (AI) dengan kekayaan budaya lokal, membuktikan bahwa teknologi tidak harus menggerus identitas budaya.

Salah satu presentasi dosen dalam The 2nd ICIEEd 2025
Tim UPI Tasikmalaya juga mempresentasikan riset tentang “Deep Learning of Mixed Arithmetic Operations Through Simar Games“ oleh Prof. Dr. Karlimah, M.Pd. dan tim, yang menawarkan solusi pembelajaran matematika yang efektif menggunakan permainan digital. Selain itu, Ghullam Hamdu bersama timnya menyajikan desain modul berbasis PjBL (Project-Based Learning) untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan siswa SD.

Agnestasia Ramadhani P, M.Pd. (kedua dari kiri) saat sedang mempresentasikan penelitiannya dalam sesi round table discussion
Dampak Nyata dan Komitmen Pembelajaran
Keterlibatan dosen dalam konferensi internasional ini diharapkan dapat memajukan transformasi pendidikan dasar, khususnya dalam area seperti Pembelajaran Personal (Personalized Learning) melalui analisis AI dan Pendidikan Karakter.

Prof. Dr. Karlimah, M.Pd. (kelima dari kiri) saat sedang mempresentasikan penelitiannya di hadapan dosen dari perguruan tinggi lain dalam sesi round table discussion
Menanggapi kontribusi UPI Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Karlimah, M.Pd., salah satu pakar dari UPI yang turut hadir, menyatakan optimisme terhadap dampak riset tersebut. “Riset kami di UPI Kampus Tasikmalaya kini harus berorientasi pada hasil nyata. Temuan mengenai integrasi AI dan Deep Learning dalam pembelajaran tidak boleh hanya berhenti di jurnal, tetapi harus diuji coba dan diterapkan secara langsung di sekolah-sekolah dasar untuk memastikan peningkatan kualitas literasi dan numerasi anak-anak. Inilah komitmen kami dalam menciptakan era baru pembelajaran yang transformatif,” tegas Prof. Karlimah.

Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd. (kedua dari kiri) dalam sesi round table discussion
Konferensi ICIEEd ini menjadi platform vital untuk memperkuat jejaring riset dan membantu dosen PGSD di Indonesia, yang dipimpin oleh Dr. Widya Karmila Sari Achmad selaku Ketua Umum HDPGSDI, untuk memposisikan diri sebagai agen perubahan dalam pendidikan dasar global. (ARP)


