PGSD UPI Tasikmalaya Hadirkan Profesor Monash University untuk Bahas Generative AI dalam Pembelajaran

Tasikmalaya, 14 November 2025 – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan guest lecture internasional dengan menghadirkan Prof. Michael Henderson, Professor of Digital Futures dan Director of Design and Innovation di Faculty of Education, Monash University, Australia. Kegiatan ini mengangkat topik aktual “Generative AI and Feedback: Navigating Opportunities and Risks in Schools” dan berlangsung secara daring melalui Zoom yang dimoderatori oleh Dr. Erwin Rahayu Saputra, M.Pd. kegiatan ini berkaitan erat dengan SDGs 4 yaitu Quality Education Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemahaman teknologi mutakhir dan penguatan kompetensi pedagogik calon guru.

Acara dibuka oleh Direktur UPI Kampus Tasikmalaya, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan calon guru sekolah dasar dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, pemahaman tentang generative AI menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi pedagogik di era pembelajaran digital.

Guest lecture ini diikuti oleh 757 peserta, terdiri dari 681 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 76 mahasiswa Program Magister (S2). Tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi terbaru yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di sekolah dasar.

Dalam pemaparannya, Prof. Henderson menguraikan bagaimana generative AI semakin banyak dimanfaatkan dalam proses pemberian umpan balik (feedback), baik oleh guru maupun siswa. Ia menjelaskan bahwa AI merupakan simulasi dari pemikiran manusia, namun tetap memiliki keterbatasan karena sifatnya yang fickle dan rentan terhadap bias, termasuk bias gender, yang dapat muncul tanpa disadari.

Ia menegaskan bahwa pendidikan bersifat relasional, sehingga pendidik perlu mempertimbangkan apakah AI benar-benar memahami konteks peserta didik, kebutuhan belajar, maupun disiplin ilmu. Prof. Henderson juga membahas kembali konsep dasar feedback yang berasal dari bidang biologi dan teknik, dan bahwa feedback yang baik harus membantu siswa memahami kualitas dan tujuan dari pekerjaan mereka.

Selain itu, ia memperkenalkan empat prinsip dalam menggunakan AI secara bijaksana dalam proses pembelajaran, yaitu: be playful, focus on efficacy rather than efficiency, apply evaluative judgement, dan ensure transparency. Prinsip ini menjadi panduan bagi calon guru dalam memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai pedagogis.

Sesi tanya jawab berjalan dinamis, dengan mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar implementasi AI di sekolah dasar, potensi bias dalam teknologi, serta dampaknya terhadap kreativitas dan integritas akademik. Prof. Henderson memberikan berbagai contoh konkret yang relevan dengan konteks pembelajaran di Indonesia.

Di akhir acara, pihak program studi menyerahkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan Prof. Henderson berbagi ilmu dan pengalaman. Kegiatan ini juga menjadi awal terbangunnya komunikasi dan peluang kolaborasi akademik antara UPI Kampus Tasikmalaya dan Monash University.

Melalui kegiatan guest lecture ini, PGSD UPI Tasikmalaya terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan calon guru sekolah dasar yang memiliki pengetahuan mutakhir, kemampuan pedagogik yang kuat, dan kesiapan menghadapi tantangan era digital. (ERS)