PGSD Kampus UPI Tasikmalaya Siapkan Calon Lulusan Unggul melalui Workshop Keterampilan Publikasi Ilmiah

Tasikmalaya, 14 s.d. 15 November 2025 – Program Studi S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sembilan narasumber dari berbagai perguruan tinggi, dengan fokus utama membekali mahasiswa pascasarjana dalam keterampilan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah. kegiatan ini dihadiri oleh 76 mahasiswa Program Magister (S2) PGSD Kampus UPI Tasikmalaya.

Workshop ini merupakan bagian dari kontribusi PGSD Kampus UPI Tasikmalaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi akademik, budaya riset, dan kemampuan publikasi ilmiah; SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan mendorong lahirnya inovasi berbasis penelitian; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dengan para akademisi dan peneliti dari berbagai institusi dalam penyebarluasan pengetahuan ilmiah.

Penulisan artikel ilmiah menjadi salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi karena berperan sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta peningkatan reputasi institusi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami proses penelitian, tetapi juga wajib mampu mengomunikasikan temuan secara sistematis, objektif, dan sesuai standar publikasi bereputasi.

Hari pertama, pematerian dibuka oleh Dr. Seni Apriliya, M.Pd., dengan topik RQ, Novelty, dan Kerangka Penelitian. Beliau menegaskan pentingnya merumuskan pertanyaan penelitian yang tajam, menemukan kebaruan (novelty) pada topik atau objek yang diangkat, serta menyusun kerangka konseptual yang kuat agar penelitian memiliki kontribusi nyata.

.

Prof. Dr. Karlimah, M.Pd. kemudian memaparkan materi sekaitan dengan strategi penulisan pendahuluan artikel ilmiah menggunakan model CARS (Create A Research Space). Materi ini menekankan perlunya menunjukkan konteks penelitian, mengidentifikasi kesenjangan riset, serta menyampaikan urgensi akademik dan praktis dari penelitian yang dilakukan.

.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Lutfi Nur, M.Pd., M.M., yang menjelaskan kerangka metode penelitian dalam artikel jurnal baik kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods. Setelah itu, Dr. Resa Respati, M.Pd. memberikan panduan menulis bagian Results, termasuk cara menyajikan data kuantitatif dan kualitatif secara objektif, runtut, dan mudah dipahami serta diperdalam melalui simulasi.

Hari pertama ditutup dengan diskusi interaktif mengenai publikasi di jurnal Sinta 2, variasi model penulisan pendahuluan selain CARS, serta strategi mengatasi keterbatasan literatur dalam penelitian.

Pada hari kedua, Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd. menyampaikan materi Discussion: Argumentasi dan State of the Art serta panduan teknis unggah manuskrip ke Sinta. Beliau menekankan bahwa pembahasan harus memperlihatkan kekuatan argumen, relevansi teori terbaru, dan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu.

Dr. Dian Indihadi, M.Pd. memaparkan teknik penulisan abstrak, judul, dan kata kunci yang efektif, dilanjutkan oleh Dr. Elan, M.Pd., yang memberikan panduan finalisasi artikel sesuai standar jurnal nasional terakreditasi Sinta 2.

Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd., menyajikan materi Review Parsial Manuskrip, yang menekankan pentingnya self-review terhadap bagian-bagian tertentu sebelum naskah dikirim ke editor. Sementara itu, Dr. Syarif Hidayat, M.Pd., secara daring memberikan praktik langsung manajemen sitasi menggunakan Mendeley untuk menghindari plagiarisme dan menjaga integritas akademik.

Diskusi pun berlangsung antusias, dengan berbagai pertanyaan mengenai komposisi teori dan studi empiris, strategi menyikapi minimnya sumber literatur, hingga penggunaan AI dalam penulisan artikel. Para narasumber mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara kritis, etis, dan tetap mengutamakan pemahaman peneliti.

Mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 menunjukkan partisipasi yang tinggi. Beberapa mahasiswa seperti Faisal Muhammad, Tria Antiya, dan Siti Nurani aktif memberikan pertanyaan dan pandangan selama sesi diskusi. Para narasumber juga menekankan bahwa satu penelitian dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu artikel ilmiah, sehingga mahasiswa didorong untuk kreatif dan produktif dalam menghasilkan publikasi.

Workshop ini memperkuat komitmen PGSD Kampus UPI Tasikmalaya dalam mempersiapkan calon pendidik sekolah dasar yang tidak hanya kompeten dalam aspek pedagogik, tetapi juga unggul dalam literasi akademik dan publikasi ilmiah. Penguatan kapasitas menulis artikel ilmiah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset, memperluas kontribusi akademik, dan mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan pada tingkat nasional maupun internasional. (HAZ/IAA)