Membangun Estafet Prestasi: Kampus UPI Tasikmalaya Gelar Coaching Clinic PPK Ormawa Menuju Level Nasional

TASIKMALAYA (20/2) – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa di kancah nasional. Pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di Ballroom Lantai 5 Gedung Dewi Sartika, UPI Tasikmalaya sukses menyelenggarakan agenda strategis bertajuk “Coaching Clinic PPK Ormawa”.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya sistematis kampus untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian prestasi dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), sebuah ajang bergengsi dari Kemendikbudristek yang menguji inovasi dan pengabdian masyarakat mahasiswa di seluruh Indonesia.

Sinergi Akademisi dan Praktisi Nasional

Acara dibuka dengan Sambutan dari Dr. Lutfi Nur, M.Pd., M.M., selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan Kemahasiswaan dan Penjaminan Mutu UPI Tasikmalaya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa prestasi bukan sekadar tujuan akhir, melainkan buah dari proses pembinaan yang disiplin dan kolaboratif.

“Mahasiswa harus memiliki daya nalar kritis dan empati sosial yang tinggi. PPK Ormawa adalah wadah di mana teori di bangku kuliah bertemu dengan realitas kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Lutfi di hadapan para peserta yang memadati aula.

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, Ketua panitia Dr. Taopik Rahman, M.Pd. menghadirkan dua narasumber kunci yang memiliki rekam jejak mumpuni di level nasional:

 * H. Anggi Maulana Rizqi, Dipl, LC., M.A.: Sebagai Reviewer Nasional PPK Ormawa, beliau memaparkan kriteria penilaian ketat yang diterapkan oleh pusat. Insight dari sisi “sang penguji” ini menjadi modal berharga bagi para mahasiswa agar proposal dan implementasi program mereka memenuhi standar tinggi yang diharapkan.

*Muhammad Rijal Wahid Muharram, M.Pd.: Beliau dikenal sebagai Pembimbing Terbaik Nasional PPK Ormawa. Kehadirannya memberikan perspektif dari sisi metodologi pendampingan dan strategi teknis dalam menyusun program yang berdampak nyata bagi desa atau mitra dampingan.

Belajar dari Sang Juara: Tim Halilintar

Salah satu segmen menarik dalam coaching clinic ini adalah sesi berbagi pengalaman bersama Tim Halilintar. Tim kebanggaan UPI Tasikmalaya ini merupakan peraih Juara 2 Nasional PPK Ormawa Tahun 2025. Kehadiran mereka di panggung menjadi suntikan motivasi bagi adik-adik tingkat mereka.

Tim yang terdiri dari empat srikandi tangguh (Adinda Nurhidayah, Alya Rahman, Neli Siti Nuraisyah, dan Resi Resviani) menceritakan dinamika perjuangan mereka di lapangan. Mulai dari tantangan komunikasi dengan warga desa, proses perizinan, hingga teknik presentasi di hadapan juri nasional.

“Kunci dari kesuksesan PPK Ormawa adalah keberlanjutan program. Kami tidak hanya datang lalu pergi, tapi kami membangun sistem yang bisa diteruskan secara mandiri oleh masyarakat,” ungkap salah satu anggota Tim Halilintar dalam diskusi panel.

Strategi UPI Tasikmalaya dalam Penguatan Kapasitas

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini berlangsung secara interaktif. Para pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi langsung mengenai ide-ide program yang sedang mereka rancang.

Secara garis besar, Coaching Clinic ini menyoroti tiga pilar utama keberhasilan program:

 * Inovasi Solutif: Program harus mampu menjawab permasalahan spesifik di masyarakat dengan cara baru yang kreatif.

 * Kolaborasi Multistakeholder: Pentingnya menjalin hubungan baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan sektor swasta.

 * Dokumentasi dan Pelaporan: Reviewer menekankan bahwa sehebat apa pun program di lapangan, tidak akan bernilai maksimal jika tidak terdokumentasi dan dilaporkan secara sistematis sesuai pedoman pusat. (OP)

-Tim Humas UPI Tasikmalaya-