Benchmarking PGSD Kampus UNESA 5 dan Kampus UPI Tasikmalaya

Tasikmalaya, 6 Oktober 2026 — Program Studi (Prodi) S1 dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya menerima kunjungan benchmarking dari Prodi PGSD Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Magetan, Selasa (6/10/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 08.00 WIB di Ruang Prodi S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya itu membahas pengelolaan program studi serta peluang kerja sama antara kedua institusi.

Peserta pertemuan benchmarking Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya dan PGSD UNESA Kampus Magetan berfoto bersama di Ruang Rapat Pimpinan S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Selasa (6/10/2026).

Rapat dibuka oleh Sekretaris Prodi S1 dan S2 PGSD, Dr. Seni Apriliya, M.Pd., yang menyampaikan dua agenda pertemuan, yaitu diskusi pengelolaan Prodi PGSD dan kunjungan laboratorium prodi. Pertemuan dipimpin oleh Ketua Prodi S1 dan S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Dr. Ghulam Hamdu, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan sejumlah informasi tentang pengelolaan Prodi PGSD.

Suasana pembukaan pertemuan benchmarking di Ruang Prodi S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Ketua Prodi S1 PGSD UNESA Kampus Magetan, Delia Indrawati, S.Pd., M.Pd., menawarkan kerja sama di bidang pengelolaan jurnal dan kegiatan kemahasiswaan berupa lomba tingkat internasional. Tawaran tersebut akan ditindaklanjuti kemudian oleh kedua pihak.

Diskusi mengenai pengelolaan program studi berlangsung intensif. Pembahasan diawali dengan penyampaian visi, yaitu menjadi pelopor dan unggul dalam mengembangkan ilmu pendidikan sekolah dasar berbasis literasi dan teknologi serta menghasilkan pendidik sekolah dasar berdaya saing global di ASEAN pada tahun 2030.

Paparan profil Program Studi S1 PGSD UNESA Kampus Magetan dalam diskusi pengelolaan program studi di Ruang Prodi S1 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.

Target capaian program studi dirumuskan dalam tiga Program Educational Objectives (PEO). PEO pertama, dengan porsi 65 persen, mencakup lulusan yang berprofesi sebagai pendidik sekolah dasar, baik guru di sekolah negeri maupun swasta, kepala sekolah, guru berprestasi, maupun pengembang program pendidikan tingkat nasional dan internasional. PEO kedua, dengan porsi 25 persen, mencakup lulusan yang berperan sebagai peneliti pemula di bidang pendidikan sekolah dasar, penulis karya ilmiah atau buku, serta calon magister pendidikan. PEO ketiga, dengan porsi 10 persen, mencakup lulusan yang berwirausaha, antara lain pengusaha bimbingan belajar, produsen media digital, serta pengembang alat peraga dan bahan ajar sekolah dasar.

Standar kelulusan yang menjadi acuan meliputi empat capaian pembelajaran lulusan (CPL). Pertama, sikap dan etika akademik, yakni perilaku ilmiah, edukatif, dan religius sesuai standar etika akademik berbangsa. Kedua, landasan pendidikan sekolah dasar, yakni penguasaan mendalam teori belajar, kurikulum, dan teknologi pembelajaran. Ketiga, metodologi penelitian, yakni kemampuan melakukan riset dan mengembangkan karya inovatif untuk memecahkan masalah pendidikan sekolah dasar. Keempat, literasi digital dan bisnis, yakni pemikiran kritis, inovasi pembelajaran sepanjang hayat, dan jiwa kewirausahaan.

Dari sisi keilmuan, struktur kurikulum disusun dalam enam bidang kajian utama. Bidang tersebut ialah keilmuan satuan sekolah dasar (bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan kewarganegaraan, seni budaya, dan pendidikan jasmani), desain pembelajaran (model terpadu, proyek sains, dan asesmen pembelajaran), pendidikan abad ke-21 (neurosains, etnosains, etnopedagogi, dan multikulturalisme), pendidikan masa depan (microlearning, sistem digital, dan kewirausahaan edukasi), landasan kurikulum (perkembangan peserta didik dan kebijakan kurikulum sekolah dasar), serta metodologi penelitian (analisis data, metode riset kependidikan, dan publikasi ilmiah).

Pertemuan juga membahas fleksibilitas belajar melalui implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dengan beban maksimal 40 satuan kredit semester (SKS). Pada semester III, mahasiswa dapat mengikuti pertukaran mahasiswa internal, yaitu perkuliahan antarprodi di lingkungan UPI dengan beban maksimal 20 SKS. Pada semester III sampai V, tersedia pertukaran mahasiswa eksternal tingkat nasional maupun internasional yang relevan dengan CPL, juga dengan beban maksimal 20 SKS. Pada semester VI sampai VII, mahasiswa dapat mengikuti magang, riset, dan bina desa, dengan proyek independen eksternal yang dikonversi penuh menjadi paket mata kuliah pilihan.

Penyerahan cendera mata dalam rangkaian pertemuan benchmarking Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya dan PGSD UNESA Kampus Magetan di Ruang Rapat Pimpinan S1 PGSD.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi, Sekretaris Prodi, Koordinator Laboratorium, serta Tim Kerja Sama di lingkungan Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Dari UNESA Kampus Magetan, hadir Delia Indrawati, S.Pd., M.Pd. (Ketua Prodi S1 PGSD) dan Vit Ardhyantama, S.Pd., M.Pd. (Tim Kerja Sama).

Peserta pertemuan benchmarking berfoto bersama setelah kegiatan di Ruang Rapat Pimpinan S1 PGSD, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini berkaitan dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena pertukaran gagasan mengenai pengelolaan program studi, kurikulum, dan pengembangan lulusan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan guru sekolah dasar. Kedua, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena kegiatan ini membuka jalan bagi kerja sama antara UPI Kampus Tasikmalaya dan UNESA Kampus Magetan, antara lain di bidang pengelolaan jurnal dan lomba mahasiswa tingkat internasional.

Melalui pertemuan yang berlangsung di bawah payung Diktisaintek Berdampak ini, kedua program studi berharap dapat saling memperkuat tata kelola dan mutu penyelenggaraan pendidikan guru sekolah dasar.

Tim Humas Kampus UPI Tasikmalaya