IDENTIC UPI Gelar Seminar, Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Pariwisata Berkelanjutan

Tasikmalaya, 25 Juni 2024 – Desa Taraju, sebuah permata tersembunyi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, semakin memancarkan pesonanya. Desa yang telah sukses meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia kategori Digital dan Kreatif pada tahun 2023 ini, terus berupaya meningkatkan potensinya dalam sektor pariwisata.

Dalam upaya mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, IDENTIC Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Strategi Pengelolaan Desa Wisata Taraju Melalui Generasi Muda”. Seminar yang berlangsung pada hari Selasa, 25 Juni 2024, di Aula Desa Taraju ini menghadirkan narasumber inspiratif, Meita Annisa Nurhutami, S.S., MAB. Dalam paparan seminar ini menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mengelola desa wisata. “Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan akses terhadap teknologi yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan desa wisata,” ujar Meita. Ia juga menekankan pentingnya mengidentifikasi potensi lokal yang unik, seperti keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal, sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.

Selain itu seminar ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi: Dengan mengidentifikasi potensi desa wisata yang belum tergarap secara maksimal, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan mengurangi angka pengangguran.
  2. Meningkatkan Keterampilan Sumber Daya Manusia: Melalui sosialisasi dan pelatihan, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, memiliki keterampilan yang memadai untuk mengelola desa wisata secara profesional.
  3. Melestarikan Budaya dan Alam: Pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Seminar ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Desa Taraju memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari keindahan alam seperti kebun teh, sawah, air terjun, hingga kekayaan budaya masyarakatnya. Namun, desa ini masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya keterampilan pengelolaan pariwisata dan masalah pengangguran. Kemenparekraf telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan desa wisata di Indonesia. Program Desa Wisata yang dicanangkan oleh Kemenparekraf telah berhasil meningkatkan jumlah desa wisata di seluruh Indonesia. Desa Taraju adalah salah satu contoh keberhasilan program tersebut.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari seminar, diharapkan generasi muda Desa Taraju dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Harapan lainnya dapat menginspirasi generasi muda Desa Taraju untuk lebih aktif terlibat dalam pengembangan desa wisata. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Desa Taraju dapat menjadi destinasi wisata yang semakin dikenal dan digemari oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. (Dilardi Ramadhan)