Tasikmalaya, 25 Agustus 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya kembali menggelar kegiatan tahunan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) tahun 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045 Melalui Kolaborasi Mahasiswa sebagai Pilar Perubahan” ini menjadi momentum penting dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus membangun fondasi awal pembentukan karakter akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 28 Agustus 2025.
Pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan Kampus UPI Tasikmalaya, yaitu Direktur, Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan, Kepala Seksi Pendidikan dan Kemahasiswaan, Kepala Seksi Administrasi Umum dan Sumber Daya, Ketua Program Studi S1 dan S2 PGSD, S1 PGPAUD, S1 Kewirausahaan, S1 Bisnis Digital, S1 Desain Produk Industri, serta para pembimbing kemahasiswaan.
MOKA-KU tahun ini diikuti oleh 692 mahasiswa baru dari berbagai Program Studi S1 dam S2. Berikut rincian jumlah mahasiswa setiap Program Studi.
- 243 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
- 27 mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
- 120 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)
- 106 mahasiswa Program Studi S1 Kewirausahaan
- 133 mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital
- 63 mahasiswa Program Studi S1 Desain Produk Industri


Ketua Pelaksana MOKA-KU Kampus UPI Tasikmalaya, Muhammad Dzikri Ar-Ridlo, S.Ds., M.Ds., mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan MOKA-KU sebagai ruang pembelajaran awal dalam menumbuhkan kesadaran kritis, membangun karakter, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta memperkuat komitmen terhadap transformasi pendidikan berkelanjutan. “Mahasiswa harus senantiasa memberdayakan pikiran, membangun karakter, dan bersatu dalam aksi demi sebuah transformasi pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM REMA Kampus UPI Tasikmalaya, Abdurrahman Nur Falah, menekankan bahwa mahasiswa baru perlu menanamkan semangat perubahan sejak hari pertama menjejakkan kaki di kampus. “MOKA-KU bukan sekadar acara seremonial, melainkan pintu awal perjuangan. Dari sini kita mulai membangun peradaban, memperkuat identitas, serta berkomitmen untuk mengabdi bagi masyarakat. Mahasiswa adalah motor perubahan yang harus bergerak bersama,” ujarnya penuh semangat.
“MOKA-KU menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenali lingkungan kampus, budaya akademik, dan nilai-nilai yang dijunjung oleh Universitas Pendidikan Indonesia. Sebagaimana Tan Malaka mengatakan, ‘Terbentur, terbentur, terbentuk, dan terbentuk.’ Harapan besar, sebagai insan akademik mahasiswa harus siap membentuk diri, menambah wawasan, serta memperluas jejaring agar senantiasa menjadi pribadi yang utuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

MOKA-KU Kampus UPI Tasikmalaya (Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, S.Pd., M.Pd.) secara resmi dibuka oleh Direktur Kampus UPI Tasikmalaya. Beliau menyambut hangat kepada para peserta MOKA-KU dengan harapan kegiatan MOKA-KU dapat diikuti dengan baik sebagai pintu gerbang menuju masa depan yang gemilang. Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa baru, yaitu:
- Sebagai mahasiswa, harus disiapkan dan dijaga kesehatan fisik, mental, dan sosial agar dapat mengikuti kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kegiatan kemahasiswaan lainnya dengan optimal.
- Sebagai mahasiswa, harus diasah kemandirian dan beradaptasi dengan lingkungan kampus, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
- Sebagai mahasiswa, orientasinya bukan sekedar pembelajaran. Akan tetapi harus mampu mengindera berbagai fenomena, mengembangkan potensi diri, mengkaji dan memecahkan berbagai permasalahan.
- Sebagai mahasiswa, setiap hambatan yang dimiliki harus dijadikan sebagai optimisme dan hikmah untuk terus digali, sehingga hasil yang diraih dapat dicapai dengan optimal dan sesuai harapan bahkan melebihi ekspetasi.
Selama empat hari, mahasiswa akan mendapatkan materi seputar nilai-nilai kebangsaan, wawasan kebudayaan, peran mahasiswa sebagai agen perubahan, serta materi khusus bertajuk “Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digitalisasi.” Materi ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa tentang tantangan global, pemanfaatan teknologi digital, serta kontribusi nyata untuk pencapaian SDGs dan pembangunan berkelanjutan.
Lebih lanjut, MOKA-KU juga menjadi sarana memperkenalkan komitmen UPI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Tujuan 4 (Pendidikan Bermutu), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang peduli pada keberlanjutan, keadilan sosial, serta kesejahteraan global.
Selain itu, kegiatan ini turut memperkenalkan implementasi UI Green Metric yang telah menjadi standar global dalam menilai keberlanjutan perguruan tinggi. UPI Kampus Tasikmalaya berkomitmen mendukung praktik ramah lingkungan melalui pengelolaan energi, pemanfaatan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, hingga mendorong gaya hidup hijau di lingkungan kampus. Mahasiswa baru diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menerapkan nilai-nilai green campus, seperti hemat energi, minim plastik, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan penyelenggaraan MOKA-KU 2025, Kampus UPI Tasikmalaya meneguhkan komitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global, jiwa kepemimpinan, serta kontribusi nyata untuk masyarakat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (PDD MOKA-KU)


