PGSD Bangun Sinergi Internasional: Jajaki Kolaborasi Riset dan Magang di SEAMEO QITEP in Mathematics Yogyakarta

Yogyakarta, 7 Oktober – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melakukan kunjungan akademik ke SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics (SEAMEO QITEP in Mathematics/SEAQiM) Yogyakarta pada Selasa, 7 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB.

Kunjungan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Finance, Kepala Divisi Digital Learning, Divisi Kerja Sama, serta tim SEAMEO QITEP in Mathematics. Dari pihak PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, hadir Ketua Program Studi Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd., beserta tim yang didampingi Dr. Seni Apriliya, M.Pd. (Sekretaris Prodi S1 dan S2 PGSD), Dindin Abdul Muiz Lidinillah, S.Si., SE., M.Pd., Dr. Ika Fitri Apriani, M.Pd., Rifqy Muhammad Hamzah, M.Pd., Rifkie Fiestawa, M.Pd., serta Hari Ahmad Zulfikar, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Ghullam menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan menjalin silaturahmi antar lembaga pendidikan. “Universitas mendorong setiap program studi untuk memperluas kolaborasi dan menjajaki kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional seperti SEAMEO, agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian,” ungkapnya.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan SEAQIM, Dr. Sri Wulandari Danoebroto, yang menjelaskan peran lembaga tersebut dalam pengembangan mutu pendidikan matematika di kawasan Asia Tenggara. SEAQIM, yang berdiri sejak 2009 di bawah naungan SEAMEO, berfokus pada pelatihan, penelitian, serta pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan bidang matematika.

Dalam paparannya, Dr. Sri juga memaparkan bahwa di Indonesia terdapat beberapa pusat SEAMEO, di antaranya SEAMEO QITEP in Mathematics (Yogyakarta), SEAMEO BIOTROP (Bogor), SEAQIL (Jakarta), SEAQIS (Bandung), SEAMEO RECFON (Jakarta), dan SEAMOLEC (Ciputat). Lembaga-lembaga ini menjadi wadah pengembangan sains, bahasa, gizi, dan teknologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, dinas pendidikan, dan perguruan tinggi.

Selama kegiatan, kedua pihak mendiskusikan potensi kerja sama dalam bidang penelitian, magang mahasiswa, dan pengabdian masyarakat. PGSD berencana menjalin kolaborasi dalam program magang internasional di SEAQIM bagi mahasiswa semester 5 ke atas, terutama yang memiliki kemampuan bahasa Inggris baik untuk berperan sebagai panitia atau moderator seminar internasional.

Selain itu, SEAQIM membuka peluang kolaborasi dalam bidang riset yang melibatkan dosen dan guru SD, dengan fokus pada topik seperti Artificial Intelligence, gender dan kepemimpinan sekolah, pembelajaran mendalam, serta computational thinking. SEAQIM juga menyelenggarakan International Symposium on Mathematics Education and Innovation (ISMEI) setiap dua tahun, yang terbuka bagi dosen, guru, dan mahasiswa untuk berpartisipasi.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas rencana pelaksanaan in-country training untuk guru-guru SD di Kota Tasikmalaya. Pelatihan ini akan mencakup berbagai topik seperti STEM, Joyful Learning, Differentiated Instruction, Computational Thinking, Realistic Mathematics Education (RME), Lesson Study, dan Clinical Supervision bagi kepala sekolah.

Menutup kunjungan, kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman dan program bersama di bidang pengembangan pendidikan matematika dasar. Rencana jangka dekat SEAQIM adalah kegiatan bertema International in Artifact and Traditions yang akan digelar pada 25 November 2025, serta pengembangan inovatif Kampung STEM sebagai sarana pembelajaran kontekstual berbasis masyarakat.

Kunjungan ini sejalan dengan komitmen Program Studi PGSD UPI Tasikmalaya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Melalui kolaborasi riset, magang internasional, dan pelatihan guru, PGSD berupaya memperkuat peran pendidikan dasar dalam menciptakan generasi yang melek teknologi, berpikir kritis, dan berdaya saing global. (IFA/HAZ)