Program Cyber Education Institute Sebagai Solusi Permasalahan UKT di Tahun 2022

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Tekhnologi Universitas Pendidikan Indonesia mengundang seluruh elemen penting dalam lembaga untuk ikut menyukseskan program MBKM yang sudah terlaksana. Tepatnya pada tanggal 5 Januari 2022 pada pukul 19.30 WIB bertempat zoom meeting dengan kegiatan sosialisasi beasiswa ICE Institute.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kini tengah berkolaborasi dengan Indonesia Cyber Education Institute (ICE institute) untuk melaksanakan program MBKM, namun kegiatan tidak melepaskan sama sekali identitas UPI. Bentuk kegiatan ini bukan menjual nama baik Upi dan seisinya hanya saja menerapkan sitem kolaborasi dengan cita-cita dapat mewujudkan suatu sistem MOOC yang akan dikolerasi dengan SPOT UPI dalam kegiatan belajar mengajar.

Pihak lembaga jauh sebelum memperbolehkan mahasiswanya bergabung di program ini akan memastikan terlebih dahulu mengenai kualitas dan kuantitas program dalam menampung mahasiswa yang masuk maupun keluar dari UPI. Mata kuliah yang akan diunggulkan merupakan mata kuliah yang menjadi identitas di kampus tersebut berkolaborasi dengan ICE dengan sistem UT. Lembaga juga ikut menentukan standar kualitas universitas yang akan disinggahi oleh mahasiswa UPI. Sehingga tidak terjadi kesenjangan seperti halnya program MBKM sebelumnya.

Untuk mengikuti program ICE Institute ini lembaga UPI sendiri menargetkan kurang lebih 500 mahasiswa yang akan berhasil lolos di program tersebut. Dengan syarat yang sama seperti program MBKM seperti biasanya ditambah dengan lulus tofel minimal 450. Setiap kampus maupun falkutas memberikan beberapa argumen kesanggupannya mengirimkan berapa banyak jumlah mahasiswa yang akan diutus mengikuti kegiatan tersebut salah satu contohnya Prof. Dr. Nandang ,M.Pd mengatakan beliau akan mengirimkan 30 mahasiswa yang berasal dari Tasikmalaya untuk mengikuti program tersebut sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Namun seluruh direktur maupun kaprodi ingin memastikan bahwa permasalahan konfersi, kenyamanan, dan kenyamanan yang mengikuti program ini akan terjamin tidak seperti program yang sudah-sudah. Rektor UPI juga mengatakan perlu dipilihkan Duta MBKM baik dikalangan dosen maupun mahasiswa untuk mengkoordinir sumber informasi terhadap mahasiswa lain. Kegiatannya terdiri dari dua macam yakni magang bersertifikat dan studi independen. Untuk mahasiswa yang pernah mengikuti program MBKM diperbolehkan mendaftar kembali hanya saja mereka tidak boleh memilih kegiatan yang sama. Program ini adalah salah satu cara lembaga untuk menertibkan mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar UKT. Feed backnya untuk para dosen hasil produk dari program ini akan membentuk suatu kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam kegiatan riset dan semacamnya di UPI. – TIM MEDIA HIMA PGPAUD

Selamat Hari Guru Nasional

Selamat Hari Guru Nasional Untuk para guru, terima kasih atas persembahan terbaik yang diberikan kepada kami, tentu menjadi bekal terbaik pula yang akan diberikan setiap

Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital

Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kini hadir kembali! Mengusung tema besar “Membangun Potensi Daerah dengan Inovasi Digital” dengan pemateri serta panelist yang merupakan pakar