Permainan Tradisional merupakan bagian dari budaya yang memiliki banyak nilai yang terkandung didalamnya, seperti nilai sosial, nilai pendidikan dan nilai budaya. Berbagai macam permainan tradisional kini mulai berkurang di praktikan dalam lingkungan sosial terutama pada masa kanak-kanak. Salah satu jenis permainan tradisional sederhana yang mudah dilaksanakan tanpa menggunakan alat adalah gobak sodor atau dalam Bahasa Sunda disebut Galah kurang diminati dan dipraktikan sehingga perlu untuk di lestarikan.
Selasa, 20 Mei 2025 Program Studi PGSD Kampus UPI Tasikmalaya melaksanakan pengabdian di Sekolah Indonesia Bangkok dengan tujuan mewujudkan cinta budaya Indonesia melalui permainan tradisional sebagai indikator cinta tanah air. Permainan tradisional yang dipilih yaitu permainan gobak sodor yang dipraktikan oleh siswa kelas dua sekolah dasar sebanyak sepuluh orang yang terdiri dari lima orang siswa perempuan dan lima orang siswa laki-laki dibagi kedalam dua kelompok. Kegiatan dimulai dengan menjelaskan mengenai permainan gobak sodor berisi tentang definisi dan peraturan permainan.


Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih 30 menit dengan dibagi dua sesi. Sesi pertama siswa dibagi menjadi dua kelompok, sesi pertama kelompok laki-laki dan Perempuan, sesi kedua, kelompok dicampur anatara laki-laki dan perempuan menjadi dua kelompok. Selama pelaksanaan permainan tradisional siswa didampingi pula oleh guru kelas. Tim pelaksana pada kegiatan permainan tradisional ini yaitu Dr. Resa Respati, M.Pd., Rosarina Giyartini, M.Pd., Anggit Merliana, M.Pd. dan Riefki Fiestawa, M.Pd. (RR/AM)


