Tasikmalaya, 6 Oktober 2026 — Program Studi (Prodi) S1 dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya membuka kegiatan Diaspora Berdampak di Ballroom Gedung Dewi Sartika Lantai 5, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini didanai melalui hibah dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Diaspora Berdampak merupakan program yang bertujuan memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing riset nasional maupun Internasional. Melalui program ini, peneliti diaspora Indonesia yang berkiprah di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri global berkolaborasi secara langsung dengan perguruan tinggi di Indonesia. Di UPI Kampus Tasikmalaya, diaspora yang dihadirkan ialah Asep Sugih Nugraha, Ph.D., Research Fellow di Australian Institute for Bioengineering and Nanotechnology (AIBN), The University of Queensland (UQ), Australia. Ia membawakan kuliah umum (public lecture) bertajuk “STEM Education to Support 21st-Century Learning”.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dosen PGSD di Kota Tasikmalaya, seperti dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, dan Universitas Cipasung Tasikmalaya, serta dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari Universitas Islam Tasikmalaya. Hadir pula perwakilan mahasiswa S1 dan S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.

Suasana pembukaan kegiatan Diaspora Berdampak di Ballroom Gedung Dewi Sartika Lantai 5 UPI Kampus Tasikmalaya, Selasa (6/10/2026).
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Tim Penerima Hibah Diaspora Berdampak Tahun 2026 Batch 2, Dr. Ika Fitri Apriani, S.Pd., M.Pd., menyatakan dalam sambutannya bahwa melalui tema “STEM Research Bridge: Strengthening Indonesia–Australia Diaspora Collaboration in Research Capacity, Elementary Learning, and Sustainable STEM Education”, kegiatan ini dimaksudkan membangun jembatan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Australia. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas penelitian, pengembangan pembelajaran STEM di pendidikan dasar, serta pendidikan STEM yang berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi riset dosen dan mahasiswa, mendorong alih pengetahuan dan pengalaman metodologis, memperluas jejaring internasional, mengembangkan publikasi dan riset kolaboratif, serta membangun kerja sama berkelanjutan antara UPI Kampus Tasikmalaya dan jejaring diaspora di UQ.

Ketua Pelaksana, Dr. Ika Fitri Apriani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan pada kegiatan Diaspora Berdampak.
Ketua Prodi S1 dan S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Dr. Ghulam Hamdu, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ketua Pelaksana memperoleh hibah penyelenggaraan kegiatan ini.

Ketua Prodi S1 dan S2 PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Dr. Ghulam Hamdu, M.Pd., menyampaikan sambutan.
Mewakili kampus, Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UPI Kampus Tasikmalaya, Dr. Lutfi Nur, M.Pd., M.M., menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan kapasitas riset dosen dan mahasiswa, memperluas jejaring internasional, serta melahirkan kolaborasi dan publikasi berkelanjutan bersama UQ. Ia sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Dr. Lutfi Nur, M.Pd., M.M., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.
Pembukaan kegiatan dimeriahkan penampilan tari tradisional oleh Dkrest dan suguhan lagu dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM).

Penampilan tari tradisional oleh Dkrest dalam pembukaan kegiatan Diaspora Berdampak, Selasa (6/10/2026).

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) membawakan lagu dalam pembukaan kegiatan Diaspora Berdampak, Selasa (6/10/2026).
Dalam kuliah umumnya, Asep mengajak peserta memandang STEM lebih luas daripada sekadar robot, koding, dan alat laboratorium. Menurutnya, struktur STEM yang paling awal ialah cara berpikir. Masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi pemicu proses berpikir ilmiah, yakni bertanya, mencari tahu, merancang, mencoba, mengukur, dan memperbaiki.

Asep Sugih Nugraha, Ph.D., memaparkan materi kuliah umum bertema STEM Education to Support 21st-Century Learning di hadapan peserta.
Ia menegaskan bahwa STEM menuntut usaha yang besar. Ide muncul karena pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuan terus berkembang seiring waktu. Unsur engineering sangat dibutuhkan dalam STEM, dan dalam prosesnya tidak semua percobaan harus berhasil.
Asep juga menyampaikan bahwa cara berpikir anak-anak pada dasarnya sama dengan para ilmuwan; perbedaannya terletak pada tingkat kompleksitas. Ia menambahkan bahwa STEM tidak selalu berkaitan dengan teknologi canggih.
Seusai kuliah umum, UPI Kampus Tasikmalaya dan UQ menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA).

Penandatanganan MoA dan IA antara UPI Kampus Tasikmalaya dan The University of Queensland, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan pembagian doorprize bagi peserta.

Penyerahan sertifikat kepada pemateri, Asep Sugih Nugraha, Ph.D., sekaligus penutupan kegiatan Diaspora Berdampak.

Penyerahan doorprize kepada peserta kegiatan Diaspora Berdampak, Selasa (6/10/2026).

Narasumber, pimpinan, dosen, dan mahasiswa berfoto bersama seusai kegiatan Diaspora Berdampak di Gedung Dewi Sartika UPI Kampus Tasikmalaya.
Kegiatan ini sejalan dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Pertama, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena kuliah umum STEM memperkaya cara berpikir ilmiah calon pendidik sekolah dasar. Kedua, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena penandatanganan MoA dan IA membuka jalan kolaborasi antara UPI Kampus Tasikmalaya dan UQ.
Tim Humas Kampus UPI Tasikmalaya

