Dosen PGSD Kampus UPI Tasikmalaya Harumkan Nama Indonesia di Panggung Internasional NICE 11 Thailand

Hatyai, Thailand – Sebanyak 12 dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah akademik internasional melalui partisipasi aktif mereka sebagai pemakalah dalam ajang bergengsi 11th International Conference on Educational Innovation (NICE) yang diselenggarakan oleh Prince of Songkla University (PSU), Thailand pada tanggal 22 – 23 Mei 2025.

Konferensi internasional yang berlangsung di kota Hatyai ini mengangkat tema utama “Educational Innovation for Sustainable Futures”, dan menjadi panggung penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara, termasuk Thailand, Indonesia, Malaysia, Jepang, hingga Korea Selatan, untuk berbagi inovasi dan hasil riset mutakhir dalam dunia pendidikan. Kehadiran delegasi Kampus UPI Tasikmalaya mencuri perhatian publik akademik internasional. Sebanyak 12 dosen PGSD tampil sebagai presenter, di antaranya:
Prof. Dr. Karlimah, M.Pd., Dr. Elan, M.Pd., Dr. Luthfi Nur, M.Pd., Dr. Ghulam Hamdu, M.Pd., Dr. Seni Apriliya, M.Pd., Dr. Erwin Rahayu, M.Pd., Dr. Ika Fitri Apriani, M.Pd., Dr. Resa Respati, M.Pd., Muhammad Rijal Wahid Muharram, M.Pd., Anggit Merliana, M.Pd., Rifqy Muhammad Hamzah, M.Pd., Srie Mulyati, M.Pd., Tb. Moh. Irma Ari Irawan, M.Pd., dan Riefki Fistawa, M.Pd.

Para presenter memaparkan artikel hasil riset yang berfokus pada berbagai isu strategis dalam pendidikan dasar, seperti literasi budaya, penguatan karakter kebangsaan, pendekatan pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta inovasi pedagogis dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI). Kehadiran mereka menegaskan eksistensi Indonesia sebagai negara dengan kontribusi signifikan dalam diskursus global pendidikan masa depan.

Ketua delegasi sekaligus Wakil Direktur Bidang Akademik Kampus UPI Tasikmalaya, Dr. Luthfi Nur, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan wujud nyata dari semangat internasionalisasi kampus daerah.

“Kami membawa semangat kolaborasi dan semangat berbagi dari Indonesia. Keikutsertaan dalam NICE 11 menjadi langkah strategis untuk menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu berkontribusi dalam dinamika keilmuan di tingkat global,” ujarnya.

Tak hanya sebatas forum presentasi ilmiah, para dosen juga aktif membangun jejaring akademik dengan institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara. Diskusi-diskusi strategis mengenai potensi kerja sama riset internasional dan program pertukaran pelajar menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan konferensi ini.

NICE 11 diselenggarakan oleh Faculty of Education, Prince of Songkla University, dan seluruh rangkaian acaranya terdokumentasi secara aktif melalui kanal media sosial resmi PSU, termasuk laman https://edu.psu.ac.th.

Partisipasi dosen PGSD Kampus UPI Tasikmalaya dalam NICE 11 bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kampus dan daerah, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia dalam peta kolaborasi akademik internasional. Langkah ini sekaligus menjadi representasi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia yang semakin terbuka dan adaptif terhadap perubahan global. (SA/RF)