Tasikmalaya (27/05/2025) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional kepala sekolah sekaligus memperkenalkan Program Magister Pendidikan PGSD, Kampus UPI Tasikmalaya menyelenggarakan seminar bertema “Transformasi Kompetensi Profesional dan Kepemimpinan Pendidikan Kepala Sekolah di Tasikmalaya”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, bertempat di Ruang Auditorium Lantai 5 Gedung Dewi Sartika Kampus UPI Tasikmalaya, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.


Seminar ini menghadirkan Direktur Kampus UPI Tasikmalaya sekaligus menjadi narasumber, yaitu Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd. dan Kabid Pembina SD Tasikmalaya Indra Risdianto, S.T., yang memberikan paparan mendalam terkait upaya peningkatan kompetensi kepala sekolah dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini. Kegiatan ini dihadiri oleh 116 kepala sekolah SD se-Tasikmalaya, yang antusias mengikuti setiap sesi materi.


Selain seminar utama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Studi Magister Pendidikan (S2) PGSD UPI Tasikmalaya. Dalam sesi ini, para alumni S2 PGSD seperti Budiman, M.Pd., Ema Astri Mulyasari, M.Pd., dan Lusi Ayu Gustari, S.Pd. berbagi pengalaman inspiratif mereka selama menempuh pendidikan pascasarjana. Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S2 PGSD UPI Tasikmalaya, turut menyampaikan visi program dan peluang studi lanjut bagi para guru dan kepala sekolah.

Kegiatan ini mendapat sambutan langsung dari Dr. H. Tedi Setiadi, M.Pd., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, yang memberikan apresiasi terhadap upaya UPI dalam memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Melalui seminar dan sosialisasi ini, UPI Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas kepala sekolah serta mendorong para guru untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan profil lulusan PGSD UPI Tasikmalaya yang mencetak guru literasi, guru master teacher, dan guru pemimpin (leader) di lingkungan sekolah.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi kepala sekolah, tetapi juga menjadi pemicu semangat para guru untuk terus berkembang demi kemajuan pendidikan di Tasikmalaya. (RMA/RF/HAZ)


