KAMPUS UPI TASIKMALAYA GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2025

Tasikmalaya, 1 Oktober 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, bertempat di lapangan upacara kampus. dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta guru dan siswa SD dan SMP Laboratorium UPI Tasikmalaya.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan, Dr. Syti Maesaroh, S.Pd., M.M. selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremonial, tetapi momentum penting untuk menguatkan komitmen sivitas akademika UPI dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangkaian kegiatan, dibacakan Ikrar tentang penegasan tekad bangsa Indonesia untuk terus mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI, meski menghadapi berbagai rongrongan sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sejalan dengan tema nasional “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, Kampus UPI Tasikmalaya menyampaikan pesan dan harapan agar seluruh sivitas akademika terus menanamkan nilai gotong royong, toleransi, serta semangat persatuan. Dengan demikian, Pancasila dapat senantiasa menjadi landasan dalam membangun generasi berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Kampus UPI Tasikmalaya menjadi wadah candradimuka bagi generasi muda. Di sinilah calon pendidik, intelektual, dan pemimpin masa depan ditempa dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga lahir insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kebangsaan yang kuat demi terwujudnya Indonesia Raya yang maju dan berdaulat.

Selain itu, Kampus UPI Tasikmalaya menegaskan komitmennya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, di antaranya:

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): menanamkan nilai Pancasila dalam pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
  • SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): memperkokoh persatuan dan kesetaraan melalui semangat kebangsaan.
  • SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): membangun karakter bangsa yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai demokrasi.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): memperkuat kolaborasi antara sivitas akademika dan masyarakat melalui nilai gotong royong.

Lebih dari itu, kampus menegaskan perannya sebagai wadah candradimuka dalam melahirkan generasi intelektual berkarakter Pancasila. Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan, demi terwujudnya cita-cita besar Indonesia Raya yang maju, adil, dan sejahtera. (HAZ)