Kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kampus UPI: Menguatkan Pendidikan Berkelanjutan melalui Bimtek Kurikulum SD

Tasikmalaya, 22 September 2025 – Aula UPI Kampus Tasikmalaya menjadi saksi antusiasme ratusan pendidik dalam mengikuti materi pertama Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini menghadirkan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat sebagai narasumber utama dengan topik “Pengembangan Kurikulum di Satuan Pendidikan (SD) Kota Tasikmalaya.”

Dalam pemaparannya, BBPMP Jawa Barat menekankan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen formal, melainkan arah dan landasan utama dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkelanjutan. Kurikulum memiliki fungsi vital dalam mengarahkan proses pembelajaran, memastikan ketercapaian kompetensi siswa, serta menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugas di kelas.

Suasana aula terasa hidup ketika peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru se-Kota Tasikmalaya aktif bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan implementasi kurikulum di sekolah masing-masing. Materi yang disampaikan secara interaktif ini membuka ruang pemahaman baru bahwa penyusunan kurikulum bukan hanya kewajiban administratif, melainkan juga strategi penting untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Dengan sesi awal yang penuh semangat ini, para peserta diharapkan semakin siap menyusun kurikulum yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan siswa di lapangan, sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan kesadaran global sebagai bagian dari pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Setelah sesi pertama yang membahas pengembangan kurikulum, Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan jenjang SD berlanjut ke materi kedua yang tak kalah menarik. Kali ini, Dr. Ghullam Hamdu, M.Pd., Ketua Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Tasikmalaya, hadir sebagai narasumber.

Dalam sesi ini, Dr. Ghullam mengangkat topik “Proses Perolehan Pengetahuan: Asimilasi, Akomodasi, dan Keseimbangan dalam Proses Pembelajaran.” Ia menjelaskan bahwa proses belajar siswa tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan-tahapan yang melibatkan penyesuaian pola pikir terhadap informasi baru.

Menurutnya, asimilasi terjadi ketika siswa menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep yang sudah dimiliki, sementara akomodasi berlangsung ketika mereka harus mengubah struktur berpikir untuk menerima informasi baru. Kedua proses ini akhirnya mencapai keseimbangan (equilibration), yang menjadi kunci tercapainya pemahaman yang mendalam.

Pemaparan ini disambut antusias oleh para peserta. Banyak guru dan kepala sekolah yang terlibat aktif dalam diskusi, terutama mengenai bagaimana teori ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran sehari-hari agar siswa lebih mudah memahami materi.

Melalui materi kedua ini, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga dorongan untuk lebih reflektif dalam merancang strategi mengajar. Dengan demikian, guru dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, serta mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan bagi generasi masa depan. (PGSD/HAZ)