Tasikmalaya, 22 September 2025 – Setelah kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan jenjang sekolah dasar, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Literasi Membaca bagi Pendidik dalam Upaya Penuntasan Kemampuan Membaca Peserta Didik Jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Seni Apriliya, M.Pd., dan Istikharah Nurzaman, M.Pd.
Dr. Seni Apriliya menyampaikan berbagai manfaat serta urgensi literasi membaca di jenjang sekolah dasar. Selanjutnya, Istikharah Nurzaman memberikan kegiatan ice breaking untuk mencairkan suasana sekaligus membangun keakraban antarpeserta. Aktivitas tersebut membuat proses pematerian berlangsung lebih aktif dan interaktif.


Setelah ice breaking, peserta diarahkan untuk mengakses tautan formulir guna mengidentifikasi permasalahan membaca permulaan pada siswa kelas rendah. Dari hasil pengisian formulir, teridentifikasi sejumlah kendala dalam pembelajaran membaca. Peserta kemudian dibagi ke dalam 10 kelompok kecil, masing-masing beranggotakan 4–5 orang, untuk mendiskusikan permasalahan serta solusi yang dapat diterapkan di sekolah.
Salah satu masalah yang menonjol adalah kesulitan siswa kelas rendah dalam mengenal huruf dan membedakan huruf abjad. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Para guru menekankan pentingnya pendekatan personal agar siswa merasa lebih nyaman dan terbuka dalam proses belajar.
Dari hasil diskusi, salah satu solusi yang diusulkan adalah pemberian jam tambahan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Selain itu, guru diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator bagi siswa yang sudah lancar membaca tanpa membuat siswa berkebutuhan khusus merasa tertinggal.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertukaran pengalaman, permasalahan, dan solusi antarkelompok. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin mampu mengatasi persoalan literasi membaca di sekolah dasar sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya pendampingan bagi siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam agar tidak tertinggal dalam proses pendidikan. (PGSD/HAZ)


