Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UPI-UiTM Malaysia bersama Guru dan Murid SD Laboratorium UPI Tasikmalaya

Tasikmalaya, 15 September 2026 — Dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, serta guru dan murid Sekolah Dasar (SD) Laboratorium UPI Tasikmalaya, berkolaborasi dalam kegiatan observasi kelas yang berlangsung di sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari International Visiting Scholar and Academic Exchange Program sekaligus Outbound International Visiting Scholars and Students Mobility Program, yang turut menandai penandatanganan Research Collaboration Agreement antara Special Interest Group (SIG) – Transdisciplinary Integrated STEM Education and Practices (TRISEP), Fakulti Pendidikan UiTM, dengan UPI Kampus Tasikmalaya, dalam rangkaian kegiatan pada 14–16 September 2026.

Lima orang mewakili UiTM Malaysia dalam kunjungan ini: ChM. Dr. Mohamad Hisyam Ismail (M.Sc) selaku dosen pendamping, bersama empat mahasiswa program magister dari Fakulti Pendidikan UiTM, yakni Syamimi Syamilah Rozali, Nur Shahaszadatul Natasya Shahibul Baharin, Muhammad Zariff Mohd Zaharuddin, dan Muhammad Farhan Herman. Kelima orang ini didampingi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya sepanjang kunjungan berlangsung.

Delegasi UiTM Malaysia dan UPI Kampus Tasikmalaya tiba di SD Laboratorium UPI Tasikmalaya.

Begitu tiba, tamu dari UiTM Malaysia disambut pihak sekolah dan langsung diajak berkeliling ke sejumlah ruang kelas. Di sana, delegasi tidak sekadar mengamati dari kejauhan, melainkan berbaur langsung dengan siswa dan menyaksikan sendiri bagaimana pembelajaran IPAS berbasis STEM diterapkan sehari-hari.

Guru SD Laboratorium UPI Tasikmalaya memandu murid menggunakan buku ajar, diamati langsung oleh delegasi UiTM Malaysia.

Dr. Muhammad Hisyam menyempatkan diri menyapa dan mengobrol dengan siswa di sela jam pelajaran, sementara para mahasiswa memperhatikan cara guru menyampaikan materi dan bagaimana siswa meresponsnya.

ChM. Dr. Mohamad Hisyam Ismail (M.Sc) menyapa siswa di salah satu ruang kelas SD Laboratorium UPI Tasikmalaya.

Peninjauan berlanjut pada bahan ajar yang dipakai di kelas. Delegasi UiTM menelaah buku pelajaran IPAS bersama guru, sembari berdiskusi tentang kesamaan dan perbedaan pendekatan pembelajaran berbasis STEM yang diterapkan di kedua negara.

Delegasi UiTM Malaysia menelaah bahan ajar IPAS bersama guru dan siswa SD Laboratorium UPI Tasikmalaya.

Kunjungan juga menyambangi ruang kelas lain, tempat siswa tengah mengerjakan tugas kelompok didampingi guru masing-masing. Suasana kelas yang cukup padat tidak menghalangi delegasi untuk berkeliling dari satu meja ke meja lain, sesekali berhenti untuk bertanya langsung kepada siswa.

Delegasi UiTM Malaysia mengamati siswa yang mengerjakan tugas kelompok di salah satu ruang kelas SD Laboratorium UPI Tasikmalaya.

Usai peninjauan kelas, Kepala SD Laboratorium UPI Tasikmalaya, Chusna, S.Pd., Gr., M.Pd., memberikan keterangan kepada tim humas UPI Kampus Tasikmalaya mengenai kesan dan harapannya atas kegiatan tersebut.

Perwakilan UPI Kampus Tasikmalaya mewawancarai guru SD Laboratorium UPI Tasikmalaya seusai kegiatan observasi.

“Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga bagi Labschool. Kami diberi kesempatan oleh program studi untuk berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran IPAS, khususnya untuk pengembangan STEM dan AI. Kami juga diberi kesempatan untuk berbagi dalam kegiatan observasi kelas bersama rekan-rekan mahasiswa dan Prof. Hisyam, serta mengikuti workshop yang akan diselenggarakan oleh pihak UiTM. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan wawasan baru dan terbarukan bagi kami, para guru, untuk mengembangkan dan mengimplementasikannya dalam keseharian mengajar di sekolah dasar,” kata Chusna.

Ia berharap kehadiran delegasi UiTM turut mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi isu-isu terkini dunia pendidikan. “Harapan besar untuk Labschool dengan kedatangan mahasiswa UiTM dan Prof. Hisyam, semoga menjadi angin segar bagi peningkatan kompetensi guru-guru, khususnya dalam isu-isu terkini dunia pendidikan, salah satunya pemanfaatan STEM dan AI,” ujarnya.

Dosen dan mahasiswa UPI, delegasi UiTM Malaysia, serta guru SD Laboratorium UPI Tasikmalaya berbincang di ruang guru.

Kolaborasi yang melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa dari dua negara ini menunjukkan bahwa kemitraan akademik dapat dirasakan langsung hingga ke ruang kelas sekolah dasar, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

Tim Humas Kampus UPI Tasikmalaya