Tasikmalaya, 19 Juni 2025 — Sebagai bagian dari program akhir Penguatan Profesional Kependidikan (P3K), mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya sukses menggelar seminar bertajuk Edutalks 2025 di Aula Kampus Kampus UPI Tasikmalaya. Acara yang mengusung tema “Kuat di Dasar, Hebat di Masa Depan” ini dihadiri oleh 53 peserta yang merupakan perwakilan dari 32 sekolah dasar mitra.
Dua pemateri utama dihadirkan dalam seminar ini, yaitu Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan GTK PAUD, Nonformal, dan SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, serta Rifqy Muhamad Hamzah, M.Pd., dosen PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Keduanya membawakan materi mengenai urgensi pendidikan inklusif dan pentingnya menciptakan budaya damai di lingkungan sekolah dasar.

Dalam pemaparannya, Kendra Rodiyansah mengangkat topik “Inklusi dalam Pendidikan Dasar untuk Anak Hebat Tanpa Sekat”. Ia menekankan pentingnya pendekatan inklusi yang menempatkan semua anak—tanpa membedakan latar belakang fisik, intelektual, sosial, maupun budaya—dalam sistem pendidikan yang setara. Kendra menyebut bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kesiapan guru, dukungan orang tua, serta lingkungan sekolah yang ramah terhadap semua anak.
Sementara itu, Rifqy Muhamad Hamzah membawakan materi berjudul “Sekolah Inklusi: Pendidikan Inklusi yang Damai dan Menyenangkan”. Ia menyoroti bahaya prasangka dan pentingnya mengembangkan empati serta komunikasi yang sehat di sekolah. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang aman dan menyenangkan yang menghargai setiap perbedaan dan menjunjung prinsip keadilan sosial.
“Sekolah damai bukan hanya tentang bebas dari kekerasan, tapi juga menciptakan ruang yang inklusif, saling menghargai, dan penuh kolaborasi,” ujarnya.
Ketua pelaksana Edutalks 2025, melalui sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun ruang dialog antara mahasiswa P3K dan para guru, sekaligus menjadi kontribusi nyata mahasiswa terhadap peningkatan mutu pendidikan dasar di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari mahasiswa PGSD menjadikan suasana seminar lebih hidup dan interaktif. Rangkaian kegiatan berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.02 WIB dan ditutup dengan harapan agar semangat inovasi dalam pendidikan terus ditumbuhkan oleh para pendidik muda Indonesia.


