Kongres III PPPSPGSDI 2026: Dr. Seni Apriliya sebagai Sekretaris Umum dan Dr. Dindin Abdul Muiz Lidinillah, S.Si., SE., M.Pd. sebagai Dewan Pengawas PPPSPGSDI

Foto bersama dalam rangkaian Workshop dan Kongres III PPPSPGSDI 2026 di Platinum Hotel Surabaya, 30 Oktober-1 November 2026. (Foto: Dokumentasi kegiatan)

SURABAYA – Kongres III Perkumpulan Pengelola Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (PPPSPGSDI) di Platinum Hotel Surabaya, 30  Oktober hingga 1 November 2026,  menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat mutu pendidikan calon guru sekolah dasar dan tata kelola organisasi.

Forum tersebut menetapkan Prof. Dr. I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Umum PPPSPGSDI dan Dr. Seni Apriliya, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Umum. Kongres juga menetapkan unsur pengawasan organisasi untuk mendukung kesinambungan program dan akuntabilitas kepengurusan.

Salah satu keputusan penting ialah terpilihnya  Dr. Dindin Abdul Muiz Lidinillah, S.Si., S.E., M.Pd., dosen Universitas Pendidikan  Indonesia  (UPI) Kampus Tasikmalaya, sebagai anggota Tim Pengawas PPPSPGSDI.  Ia mendampingi  Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd. yang dipercaya  sebagai Ketua Tim Pengawas.

Keterlibatan dosen UPI Kampus Tasikmalaya pada unsur pengawasan memperluas kontribusi  perguruan tinggi dalam penguatan kelembagaan, pemantauan program, dan pengembangan jejaring akademik tingkat nasional. Peran tim pengawas diharapkan dapat menjaga pelaksanaan agenda organisasi agar berjalan selaras dengan keputusan kongres dan ketentuan kelembagaan.

Memperkuat Tata Kelola dan Mutu Program Studi PGSD

Kongres III tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang temu pengelola program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari berbagai perguruan tinggi. PPPSPGSDI diharapkan terus menjadi wadah komunikasi,  koordinasi, kolaborasi, dan advokasi untuk  mendorong  peningkatan mutu pendidikan guru sekolah dasar di Indonesia.

Dalam pemaparan mengenai arah penguatan organisasi, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd. menekankan pentingnya kerja sama antarpengelola program studi dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan, meningkatkan daya saing lulusan, dan memperluas kontribusi organisasi terhadap pendidikan dasar nasional.

Penguatan mutu tersebut  meliputi penjaminan kualitas akademik, penataan kurikulum,  peningkatan kompetensi dosen, inovasi pembelajaran, serta kemitraan yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan dunia pendidikan.

Workshop Bahas Akreditasi, Kurikulum OBE, dan Publikasi Ilmiah

Rangkaian kongres diisi dengan workshop dan diskusi mengenai kebijakan akreditasi LAMDIK 3.0, evaluasi Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), pengembangan kurikulum berbasis  Outcome-Based Education (OBE), serta pengukuran Capaian Pembelajaran  Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dengan dukungan teknologi informasi.

Agenda lain mencakup tata kelola Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta strategi peningkatan kualitas jurnal ilmiah PGSD menuju indeksasi internasional  bereputasi. Pembahasan tersebut  memberikan arah tindak lanjut bagi program studi dalam memperbaiki layanan akademik,  mendokumentasikan capaian pembelajaran, dan menyiapkan evaluasi mutu secara berkelanjutan.

UPI Kampus Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui unsur akademisi dan  pengelola program  studi,  termasuk Dr.  Ika Fitri Apriani, M.Pd.  Keikutsertaan tersebut  menjadi   kesempatan memperkaya praktik tata kelola program studi sekaligus memperluas ruang kerja sama  lintas perguruan tinggi.

Dokumentasi peserta dan pengurus dalam rangkaian Kongres III PPPSPGSDI  2026. (Foto: Dokumentasi asli kegiatan)

Suasana pembahasan dokumen organisasi pada Kongres III PPPSPGSDI  2026. (Foto: Dokumentasi  asli kegiatan)

Mendorong  Riset Bersama dan Inovasi Pendidikan Dasar

Penguatan konsorsium PGSD menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Jejaring ini diharapkan memfasilitasi penelitian kolaboratif, publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa,  pengembangan bahan ajar, serta pengabdian  kepada masyarakat dengan luaran yang lebih terukur.

Di tengah berkembangnya kecerdasan buatan, teknologi pembelajaran, pendidikan inklusif, dan kebutuhan penguatan literasi serta numerasi, program studi PGSD dituntut membekali calon guru dengan kompetensi pedagogis sekaligus kreativitas,  kemampuan berpikir kritis,  kecakapan digital,  dan kepedulian terhadap kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi nasional juga diharapkan memperkecil kesenjangan kapasitas antarprogram  studi.  Pertukaran praktik baik dan pendampingan antarlembaga  dapat menjadi langkah nyata agar  peningkatan kualitas pendidikan calon guru berlangsung lebih merata.

Selaras dengan IKU UPI dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Substansi kegiatan ini relevan dengan beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) UPI Tahun 2026: IKU 1.3 tentang pembelajaran transformatif melalui penguatan kurikulum OBE; IKU 2.2 mengenai publikasi ilmiah internasional  bereputasi; IKU 2.5 tentang kerja sama Tridarma yang aktif dan berdampak; serta IKU 3.6 terkait persentase program studi dengan akreditasi unggul atau setara unggul.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan IKU 3.15 yang berkaitan dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Secara  khusus, penguatan pendidikan   calon  guru mendukung SDG  4  (Pendidikan  Berkualitas),  sedangkan pengembangan  konsorsium   dan  kemitraan antarperguruan tinggi mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Keterkaitan dengan IKU dan SDGs merupakan arah kontribusi kegiatan. Pencapaian indikator  tetap bergantung  pada pelaksanaan program tindak lanjut, dokumentasi  luaran, dan hasil yang dapat dibuktikan.

Babak Baru Kolaborasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Terpilihnya kepengurusan baru, termasuk keterlibatan Dr.  Dindin Abdul  Muiz  Lidinillah  dalam  Tim Pengawas, diharapkan memperkuat kesinambungan program PPPSPGSDI dan mendorong pelaksanaan kerja sama yang semakin nyata. Kolaborasi antarprogram studi perlu diterjemahkan menjadi kegiatan bersama yang memiliki manfaat bagi pengelola,  dosen, mahasiswa, serta sekolah mitra.

Pada akhirnya, peningkatan mutu program studi PGSD adalah investasi jangka panjang untuk pendidikan Indonesia. Kualitas calon guru yang dipersiapkan saat ini akan turut menentukan pengalaman belajar dan kesempatan tumbuh generasi berikutnya.

 

Tim Humas UPI Tasikmalaya