Suasana workshop yang diikuti dosen PGSD S1 dan S2 UPI Kampus Tasikmalaya
Tasikmalaya, 15–16 Oktober 2026 — Dosen Program Studi PGSD S1 dan S2 UPI Kampus Tasikmalaya mengikuti Workshop on Developing International Research Proposals di ruang rapat UPI Kampus Tasikmalaya. Kegiatan ini bagian dari rangkaian Diaspora Berdampak Program yang dibuka pada 6 Oktober 2026.
Workshop menghadirkan Dr. Asep Sugih Nugraha dari Australian Institute for Bioengineering and Nanotechnology (AIBN), The University of Queensland, Australia. Ia lebih dulu memperkenalkan AIBN, institut riset yang berfokus pada solusi untuk masalah besar di bidang kesehatan, energi, dan bioekonomi. Beberapa capaian yang dipaparkan: lebih dari AUD 250 juta pendapatan riset kumulatif sejak 2004, lebih dari 100 kemitraan industri, sekitar 500 staf riset dan mahasiswa, 72% publikasi hasil kolaborasi internasional, dan 25% publikasi masuk 10% jurnal terbaik dunia.

Narasumber memaparkan cara kerja kelompok riset dan strategi publikasi internasional.
Para dosen juga diajak melihat cara kerja sebuah kelompok riset. Pemimpin kelompok menetapkan arah ilmiah, prioritas riset, jejaring, dan strategi pendanaan. Peneliti dan staf menerjemahkan arah itu menjadi proyek, membimbing mahasiswa, dan membantu penulisan manuskrip. Mahasiswa menjalankan eksperimen dan mengembangkan proyek tesis, sementara peneliti tamu memperkuat kolaborasi dan pertukaran keahlian. Semua itu bertemu di ruang kerja bersama untuk diskusi hasil, perencanaan eksperimen, dan rapat penyusunan artikel.
Dari sana materi masuk ke strategi publikasi, dalam tiga tahap:
• Sebelum submission: rumuskan penelitian dalam satu kalimat (“kami menemukan X, menggunakan Y, dan ini penting karena Z”), bedakan kebaruan dari signifikansi, tunjukkan research gap yang jelas, dan jaga klaim agar tidak melampaui bukti.
• Saat submission: pilih jurnal berdasarkan kesesuaian pembaca dulu, baru kuartilnya. Siapkan tiga target (ambisius, realistis, cadangan) dan waspadai jurnal tidak kredibel.
• Setelah submission: tanggapi komentar reviewer dengan sopan, lengkap, dan disertai perubahan nyata pada naskah. Penolakan adalah bagian normal dari proses.

Para dosen bertanya dan berbagi pengalaman dalam sesi diskusi.
Pada sesi diskusi dan sharing, para dosen bergantian bertanya dan berbagi pengalaman meneliti serta menulis artikel ilmiah di tengah kesibukan mengajar. Pembahasan menyinggung tantangan membangun kebiasaan menulis, melibatkan mahasiswa S2 dalam penelitian, serta pentingnya kolaborasi lintas kampus dan lintas negara. Sesi ini memicu diskusi tentang cara dosen PGSD mulai menyusun peta riset bersama dan menargetkan publikasi di jurnal internasional.

Para dosen menyimak paparan dan berdiskusi.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena memperkuat budaya riset dosen sebagai pendidik calon guru, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena melibatkan kolaborasi dengan akademisi diaspora di luar negeri.
Tim Humas Kampus UPI Tasikmalaya

