Foto bersama narasumber, dosen pengampu, dan peserta kuliah umum.
Tasikmalaya, 13 Oktober 2026 — Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya mengikuti Kuliah Umum Literasi Kewargaan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya, Selasa (13/10/2026). Mengusung tema “Identitas Warga Negara dalam Membangun Aspirasi Masyarakat melalui Peran Politik”, kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 5 Gedung Dewi Sartika dan diikuti mahasiswa dengan penuh antusias.
Kegiatan dibuka melalui sambutan dosen pengampu mata kuliah Literasi Kewargaan, Dr. Rusani Jaelani, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap kuliah umum ini dapat memperluas wawasan mahasiswa calon guru tentang peran warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Dr. Rusani Jaelani, M.Pd., menyampaikan sambutan.
Narasumber pertama, Anggota KPU Kota Tasikmalaya Undang Ganda Permana, menjelaskan bahwa warga negara bukan sekadar status kependudukan, melainkan pemegang hak dan kewajiban yang diatur undang-undang, termasuk hak menentukan pemimpin melalui pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ia memaparkan bahwa generasi milenial dan Gen Z kini menjadi kelompok pemilih terbesar, dengan tingkat partisipasi pemilu mencapai 86,45 persen dan pilkada 76,81 persen. Karena itu, generasi muda didorong terlibat langsung, misalnya sebagai penyelenggara atau pemantau pemilu, sambil menjaga independensi berpikir di tengah derasnya opini, propaganda, dan hoaks di media sosial.

Undang Ganda Permana memaparkan materi peran politik warga negara.
Narasumber kedua, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Tasikmalaya Leisa Dara, M.Pd., menekankan bahwa demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Partisipasi dapat dilakukan sebelum, selama, dan setelah pemilu, mulai dari menggunakan hak pilih, menyampaikan aspirasi, memeriksa rekam jejak calon, hingga melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran resmi. Ia mengingatkan bahwa sikap apatis membuat aspirasi kurang terwakili dan masyarakat mudah terpengaruh informasi menyesatkan, sehingga mahasiswa diajak menolak politik uang dan hoaks, memastikan sumber informasi tepercaya sebelum membagikannya, serta tetap menjaga persatuan meski berbeda pilihan.

Leisa Dara, M.Pd., menyampaikan materi partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi.
Suasana semakin hidup pada sesi diskusi dan tanya jawab. Salah seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait materi yang telah disampaikan, yang kemudian dijawab dan ditanggapi langsung oleh narasumber. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama.

Salah seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi.

Penyerahan cenderamata kepada narasumber.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena memperkuat literasi kewargaan mahasiswa calon guru, dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, karena mendorong partisipasi warga dalam demokrasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Tim Humas Kampus UPI Tasikmalaya

